Karya Tulis Siswa TMBB V November 2022 Pembimbing Nunik Karina Widiastuti, S.Pd SMPN 2 Ngamprah
Karya Tulis Siswa TMBB V
Bulan November 2022
Pembimbing Nunik Karina Widiastuti, S.Pd
SMPN 2 Ngamprah
1. Lintang Ayodya Iswari
Lily Si Peri
Karya: Lintang (7B)
Suatu hari ada seorang peri yang bernama Lily. Ia memiliki wajah yang
cantik dan penampilan yang sangat indah. Ia menggunakan pakaian berwarna putih
dengan sayap yang ada di punggungnya.
Lily memiliki kekuatan sihir yang bisa membuat tanaman yang layu dan
rusak kembali subur seperti semula. Sihirnya bisa membuat lingkungan yang ia tempatkan
selalu terlihat indah dan sejuk.
Lily juga memiliki peliharaan kelinci kecil yang berwarna putih bersih.
Kelinci itu diberi nama Luce yang biasa di panggil oleh Lily. Luce artinya
adalah cahaya. Lily memberikan nama Luce karena warna bulu yang putih terlihat
sangat cerah dan bercahaya.
Lily dan Luce tinggal di hutan yang di sana terdapat banyak tumbuhan-tumbuhan
yang indah dan sangat cantik. Jarang ada manusia yang ke hutan ini, karena
jarak nya yang jauh dari pusat kota. Jadi sangat jauh jika ada manusia yang mau
pergi ke sini. Lily dan Luce memiliki perkebunan untuk persediaan makanannya.
Lily tinggal di rumah kayu yang sederhana namun terlihat indah karena ada
bunga-bunga di sekitarnya.
Suatu hari Lily dan Luce sedang bosan karena semua pekerjaan sudah di
selesaikan. Luce mengajak Lily untuk bermain bersama, namun Lily sudah lelah
dan memutuskan duduk di bawah pohon yang rindang. Lily mengajak Luce
jalan-jalan untuk menghirup udara yang sejuk.
Lily dan Luce memutuskan untuk pergi. Luce berlari-lari karena ia sangat
senang bisa pergi jalan-jalan. Luce sangat suka dengan bunga Berwarna putih,
Lily hanya tersenyum tipis melihat Luce yang kesenangan. Karena hari sudah
mulai malam Lily dan Luce memutuskan untuk kembali ke rumah.
Namun, saat di perjalanan pulang Lily merasa ada yang aneh di
sekitarnya. Ia merasa ada seseorang selain ia dan Luce. Lily melihat di sebrang
jalan ada tenda milik manusia yang sedang istirahat, Lily berkata “ Jarang
sekali ada manusia yang mau datang ke sini, padahal jarak nya Jauh ” Lily
berkata sambil melihat ke arah tenda.
Luce menjawab omongan Lily “ Iya juga, apa yang mau mereka lakukan di
sini?” tanya Luce.
Tapi Lily dan Luce mengabaikan manusia-manusia itu karena hari semakin
gelap dan memutuskan cepat-cepat kembali ke rumah.
Pagi harinya Lily terbangun karena ada suara dari jauh yang ia kira itu
suara Luce. Tapi saat Lily melihat Luce masih tertidur mungkin karena kecapean.
Lily bergegas melihat keluar, ternyata manusia-manusia itu mengambil
bunga-bunga yang ada di sekitar hutan yang ia tinggali. Mereka juga
menginjak-injak bunga-bunga yang lain.
Lily kesal saat melihat kelakuan yang dibuat
para manusia itu, namun ia tak bisa menghentikan manusia itu. Manusia itu pergi
karena tiba-tiba hujan deras muncul disertai petir. Lily berusaha berpikir
bagaimana cara agar manusia itu tidak kembali mengambil bunga-bunga yang ada di
sekitar hutan.
Keesokan harinya saat melihat keadaan bunga-bunga itu Lily terlihat
sedih. Lily baru ingat kalau ia mempunyai kekuatan sihir yang bisa membuat
bunga kembali tumbuh dengan subur. Ia lupa karena sudah lama tidak menggunakan
sihir tersebut, selama ini di hutan ia hidup tenang dan tentram tanpa adanya
gangguan.
Saat ini Lily sedang berusaha menggunakan sihirnya kepada bunga-bunga
yang masih bisa ia selamatkan. Setelah hampir setengah jam ia menggunakan sihir
hanya beberapa bunga yang bisa ia selamatkan. Ia kelemahan karena menguras
banyak energi untuk menggunakan sihir itu. Lily istirahat sejenak sambil
memikirkan “apakah manusia itu masih ada di sekitar hutan?”.
Saat Lily sedang istirahat Luce muncul sambil membawa minuman untuk Lily,
karena Luce melihat Lily yang sedang berusaha menjaga hutan ini agar tetap
subur dan sejuk. Lily kembali kerumah untuk beristirahat lebih lama dan Lily
tertidur.
Saat pagi hari Lily terbangun dengan keadaan yang sudah membaik. Namun
manusia-manusia itu ada lagi dan kembali merusak bunga-bunga yang ada.
Lily kesal hingga akhirnya dia menggunakan sihirnya
itu, manusia-manusia itu juga menginjak-injak bunga mawar. Jadi Lily
menggunakan sihir membuat bunga mawar tumbuh mebih besar dan tangkainya.
Manusia itu juga terkena duri sehingga terluka. Namun mereka belum juga
mengakui kesalahannya.
Tapi sumber kekuatan lily itu sebenarnya dari tanaman-tanaman
yang hidup disana, sementara sudah banyak tanaman yang dirusak oleh manusia,
jadi kekuatannya semakin terbatas.
Hingga pada akhirnya Lily tidak dapat lagi mengurus
hutan dan hutan itu pun menjadi semakin tidak terawat dan gersang. Pepohonan yang
sebelumnya menjulang tinggi, kini sudah hilang dikarenakan ulah manusia yang
tanpa henti menebang pohon-pohon tersebut, bunga-bunga yang awalnya mewarnai
hutan itu namun sekarang hutan menjadi gersang dan tidak seindah dulu.
Lily semakin kehilangan energinya begitu pula dengan Luce,
hingga suatu ketika hujan badai melanda hutan tempat mereka tinggal.
“Oh tidak, hujan mulai turun, bagaimana ini?” tanya Lily.
Dikarenakan
sudah tidak ada lagi pohon dan tumbuhan yang mampu meresap air akibat hujan,
air hujan pun mulai menggenangi hutan dan pemukiman sekitar hutan tersebut.
Lily mencoba menggunakan kekuatannya untuk menghidupkan Kembali tanaman2 yang
ada, namun kekuatan Lily sekarang melemah karena sumber kekuatan sihir nya
sudah hampir tidak ada.
Lily menggunakan sayapnya sembari membawa Luce untuk
pergi ke pemukiman yang banyak penghunimya.
“Tuan! Nona! Ada yang ingin aku sampaikan!” bilang
Lily.
“Ada apa? Dan siapa kamu” jawab salah satu warga.
“Aku Lily dan ini Luce, Tuan bantu aku menyelamatkan
hutan di atas sana.” Pinta Lily.
Awalnya warga itu enggan untuk membantu, namun Lily
terus memohon agar bisa meminta bantuan. Akhirnya warga itu menanyakan “Apa
yang aku harus tolong?”.
“bantu aku agar hutan itu bisa Kembali subur dan
terlihat sejuk” jawab Lily.
“baiklah aku akan membantu kamu agar hutan itu Kembali
subur, aku akan mengumumkan kepada warga yang lain” jawab salah satu warga.
“terimakasih tuan sudah mau membantu aku.”
Beberapa hari kemudian para warga itu benar datang
sambal membawa bibit bunga dan pohon. Lily sangat berterima kasih kepada para
warga karena sudah mau membantu reboisasi hutan ini.
Karena sudah selesai para warga Kembali ke lingkungan
nya, dan para manusia yang merusak hutan itu mereka tidak Kembali lagi karena
Lily terus membuat mereka risih dan merekapun memutuskan untuk pergi dari hutan
yang Lily dan Luce tempati.
Setelah banyak masalah yang Lily dan Luce alami
sekarang mereka telah mendapatkan hutan yang dulu dengan keadaan yang indah dan
sejuk. Sekarang mereka hidup tenang dan damai.
============================== Tamat ===================================
2. Naila Dhiya’ulhaq
PERJALANAN MARA
Karya Naila Dhiya’ulhaq
Mara adalah seorang gadis berusia 13 tahun, dia
mempunyai satu kaka perempuan bernama Mira. Mira beda selisih dua tahun dari
Mara. Mara memiliki sifat yang berbeda dari kakaknya, sang kakak memiliki sifat
yang cerdas, dan kreatif, sedangkan Mara selalu melakukan hal-hal yang menurut
orang disekitarnya hanya membuang buang waktu saja, namun menurut Mara itu
adalah hal yang bisa membuat dia senang. Contohnya seperti bermain tanpa kenal
waktu yang bisa melupakan dia untuk melakukan kegiatan lebih utama, yaitu
belajar.
Ketika
disekolah Mara tidak pernah mendengarkan apa yang dijelaskan oleh gurunya,
sehingga orangtua Mara selalu mendapat panggilan dari pihak sekolah, karena
Mara yang selalu bermain main saat guru sedang menjelaskan. Dirumah ibunya Mara
selalu menasihati Mara dengan tegas agar selalu rajin belajar.
Di suatu pagi Mara dan Mira akan pergi berangkat
sekolah, ketika Mara sedang menunggu sang kakak yang sedang sarapan, tiba tiba
sang ibu pun bertanya “Mara apakah hari ini akan ada ulangan?” Tanya sang ibu,
“ada bu” jawab Mara dengan singkat, “apakah semalam kamu sudah belajar Mara?”
Tanya sang ibu kembali. Kemudian Mara menjawab “tidak perlu belajar bu,
ulangannya pasti sangat mudah untuk apa belajar lagi”, sang ibu pun merasa
kesal dengan jawaban Mara, lalu sang ibu mulai sedikit beteriak “Mara…kamu
tidak boleh bicara seperti itu, contohlah kakakmu, kakakmu selalu rajin
belajar, dan selalu mendapat nilai yang bagus” ujar sang ibu, lalu Mara hanya
bisa terdiam. Setelah itu sang kakak selesai sarapan dan mereka berdua pun
berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, bel berbunyi dan ulangan
pun dimulai, namun Mara tidak dapat menjawab soal dari ulangan tersebut, dan
lagi lagi karena tidak belajar sebelum ulangan, nilainya pun menurun. Setelah
pelajaran sekolah berakhir Mara berjalan pulang bersama sang kakak
Ketika dirumah Mara melihat nilai ulangan sang
kakak yang tinggi, Mara sangat iri kepada kakaknya, Sebenarnya ia ingin sekali
mendapatkan nilai yang lebih bagus, namun belum ada keinginan untuk belajar.
Diwaktu senja, Mara pergi ke taman. Tak sengaja ia bertemu dengan seorang kakek
yang sedang menyapu di taman. Kakek itu terlihat kurus dan renta.
Di lubuk
hatinya ia berkata “sepertinya kakek itu belum makan”, Mara mendekati dan
menyapa kakek tersebut.
“Kek, ada yang bisa Mara bantu?” Tanya Mara,
“Dengan senang hati bila cucu ingin membantu”
jawab sang kakek sambil tersenyum.
Mara memilih untuk membuang sampah yang ada di
halaman taman, tak terasa waktu terus berjalan dan sampai akhirnya Mara pun
selesai membantu kakek, Mara berpamitan “kek Mara pulang dulu ya, waktu sudah
mau malam.”
“Baiklah cu, terimakasih atas bantuannya” kata
sang kakek, lalu kakek itu merogoh kantung celananya dan memberikan Mara botol
kecil berisi cairan. “Ini untukmu cu sebagai ucapan terima kasih kakek
kepadamu, kau bisa meminum ini kapanpun.’’ Ucap sang kakek
Tanpa berfikir panjang Mara pun menerima sebotol
cairan yang diberi kakek, “Terimakasih ya kek” ucap mara, lalu ia berjalan
pulang kerumah.
Sesampainya dirumah ia mandi Dan beristirahat,
menjelang tidur Mara teringat akan sebuah pr untuk esok hari, namun seperti
biasa ia enggan mengerjakannya, lalu ia teringat juga akan botol minuman yang
diberikan kakek, ia pun meminumnya. Dan apa yang terjadi?……tiba-tiba rambut
Mara berubah menjadi merah. Mara sangat kaget, tiba-tiba seluruh badan Mara
bergerak dan mengambil buku pr, lalu tangannya pun mengerjakan pr tersebut.
Setelah itu akhirnya pr Mara pun selesai dan seluruh tubuh Mara kembali seperti
semula. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Ia bergegas untuk tidur meskipun
ia masih sangat tidak menyangka dengan kejadian tadi.
Mara berkata dalam hatinya “apakah itu sebuah
sihir?, ah…sudahlah aku tidak perlu memikirkannya”, lalu siang harinya setelah
pulang sekolah ia pergi ke taman untuk menemui sang kakek, namun kakek itu
tidak ada di taman. Mara mencari tahu siapakah kakek itu, lalu dia bertanya
kepada seorang satpam dekat taman. Ia berkata “permisi pak, apakah bapak
melihat seorang kakek tua yang selalu membersihkan taman disini?”, tetapi pak
satpam itu pun kebingungan dan ia berkata “tidak pernah ada seorang kakek
disini, dari dulu seorang pemuda yang selalu membersihkan taman.” Ujar satpam
tersebut. Setelah mendengar ucapan pak satpam Mara berfikir lagi bahwa kakek
tersebut adalah seorang penyihir baik hati.
Keesokan harinya ia menceritakan kejadian tersebut
kepada teman temannya, namun mereka tidak percaya.
Kemudian Mara selalu meminum cairan tersebut, dan
Setelah Mara meminum cairannya berkali kali kini ia menjadi sangat rajin
belajar, sampai suatu hari rambut Mara berubah seperti biasa berwarna hitam,
artinya sihir yang ada di sebuah cairan itu sudah menghilang. Meskipun sihir di
cairan tersebut sudah menghilang selamanya, itu tidak akan membuat Mara menjadi
malas kembali, namun sekarang tanpa bantuan sihir Mara menjadi rajin belajar,
ibunya Mara dan sang kakak pun merasa senang karena Mara sudah mau berubah.
Sekarang nilai Mara selalu tinggi, ia juga mengikuti beberapa ekstrakulikuler
yang ada di sekolahnya. Mara sangat senang karena juga ia selalu dipilih dalam
berbagai lomba-lomba.
============================== Tamat ===================================
3. Almaira Rienaz Putri
Misteri Gunung Lawu
Karya Almaira Rienaz Putri
Pada suatu hari Rendi,Fahmi,Abi,dan juga Marvin sedang mendaki di
Gunung Lawu.
Mereka memang senang
mendaki tetapi tidak terlalu sering,hingga mereka memutuskan
mendaki di Gunung
Lawu.Gunung Lawu sendiri memiliki keindahan yang sangat bagus juga
Pemandangan yang sangat instagrammable banget.Tetapi dibalik
keindahan Gunung Lawu
tersebut memiliki sebuah misteri yakni adanya Pasar Ghaib. Gunung
Lawu juga memiliki tiga
puncak yakni Hargo Dalem,Hargo Dumiling,dan Hargo Dumilah.
Pada saat Rendi dan teman"nya ingin memasuki wilayah Gunung tersebut
Abi tiba-tiba saja melihat seorang kakek yang sedang berjalan ke
arah mereka dengan
membawa sebuah barang. Awalnya Abi biasa saja tetapi dengan
tiba-tiba Rendi melarang
nya,"Abi,jangan ambil barang itu".ujar Rendi sembari
memeringati Abi yang ingin mengambil
barang dari kakek tersebut"Loh,emang nya kenapa jangan
diambil Ren?"ucap Abi dengan wajah
bingung"iya,Bi jangan diambil"kini Marvin yang
memeringati Abi.Hingga saat Abi ingin berbalik
badan ke arah kakek" tadi dengan secara cepat kakek tersebut
menghilang,Fahmi yang sedari
tadi merasakan ada hal yang aneh pun mulai ikut
berbicara"ouh,iya kalian ngerasain gak sih ada yang aneh sama kakek
tadi??"ucap Fahmi "aneh gimana Fam??orang gak ada apa-apa jangan
ngayal Lo"ujar Marvin."iya emang bener,masa gak ngerasa sih??apa cuma
gue aja ya?"
"Iya,kali perasaan aja kali"ujar Rendi .
Pada saat mereka mulai berjalan ke tempat yang akan mereka
tujuannya
Rendi dan yang lainnya melihat ada sebuah pasar yang ada di Gunung
Lawu tersebut
"Loh,Ren kok di gunung ada pasar sih??aneh banget"ujar
Marvin yang penasaran adanya
Pasar malam terebut."gue juga gak tahu Vin kok di gunung ada
pasar"sahut Abi."mungkin
buat kita yang ngedaki kali,biar gak capek"ucap Rendi.
"Bukan Ren,ini pasar nya bukan buat orang yang ngedaki, tapi ini pasar
namanya pasar ghaib lawu" ucap Fahmi yang sedari tadi
diam"maksud Lo pasar ghaib??mana mungkin Fahmi,ya ga mungkin lah ada pasar
ghaib disini Ngadi" lu mah dari tadi obrolannya"sahut Abi yang geram
terhadap Fahmi karena obrolannya yang aneh-aneh."iya,Abi,Rendi apa yang
dikatain Fahmi itu bener itu adalah pasar ghaib lawu"ucap Marvin yang juga
merasakan apa yang dirasakan Fahmi.Dan benar ternyata yang dikatakan Fahmi dan
Marvin itu benar adanya ,penjual yang
menjual barang barang di pasar tersebut aneh-aneh bentuk mukanya,ada yang
berdarah dan aneh lah,mukanya.Dan pada saat mereka melewati pasar ghaib
tersebut mereka mulai ketakutan dan berlarian hingga tanpa di sengaja Abi terpeleset di tengah" pasar ghaib
tersebut,hingga membuat Fahmi, Marvin,dan Rendi terkejut.Akhirnya tanpa
berfikir lama Fahmi dan yang lainnya membantu Abi untuk berdiri.
Dan pada saat Rendi dan Marvin ngebantuin Abi berdiri, tiba-tiba
pasar ghaib yang tadi nya rame kini kembali hilang dan hal tersebut membuat
keempatnya serentak terkejut"lah pasar nya kemana kok hilang??sumpah gue
merinding banget" ucap Abi yang kini sedang ketakutan. "Yaudah kita mau
ngelanjutin ngedaki atau gimana??" Ujar Rendi "ya udah kita lebih
baik balik lagi aja,kesian kakinya Abi luka" saran Fahmi kepada
Rendi" ya udah yok kita balik,Lo bisa gak jalan nya Abi??" Ucap Fahmi
"iya gak papa bisa kok" sahut Abi " ya udah yok kita pergi"
ucap Fahmi dan Marvin serempak.
Dan akhirnya mereka berempat pun tiba di tempat salah satu rumah
warga
dan meminta warga untuk membaluti luka nya Abi.
============================== Tamat ===================================
4. Adhwa Zalfa Khatimah
Cita citaku
Karya Adhwa Zalfa Khatimah
Pada suatu hari ada seorang anak perempuan yang mempunyai
cita cita yang tinggi dia sekarang sekolah menengah atau SMP. Dia sangat ingin
mencapai cita citanya karena dia dari dulu tertarik dengan kerjaan itu.
Dia mempunyai cita cita sebagai dokter, dari dia kecil dia
selalu membeli mainan yang ada unsur kedokteran sampai sekarang dia mengikuti
eskul PMR,tetapi dia bukannya memilih bidang yang seperti dokter tetapi dia
memilih bidang yang membuat tandu. A
Pada saat dia kelas 1 SMP, dia berbicara kepada orang tuanya
bahwa dia sangat ingin menjadi dokter atau perawat dan orangtuany nya pun
mendukung dan menyuruh dia untuk menabung Karna biaya menjadi dokter lumayan
mahal.
Saat dia kelas 3 SMP dia mengikuti ujian di rumah sakit
terdekat agar dia mendapatkan beasiswa untuk SMA nya. Orang tuanya pun serta
membantunya. Saat beberapa bulan kemudian dia lolos dan menunggu informasi
selanjutnya.
Pada saat lulus dia masuk SMA khusus kedokteran, disana dia
belajar dengan sungguh sungguh karena itu salah satu cara untuk mengejar cita
cita, dia lulus dengan nilai yang sangat memuaskan dia daftar untuk mendapatkan
beasiswa di kuliah fakultas kedokteran.
Saat di hari pengumuman hasil apakah dia mendapatkan beasiswa
atau tidak dia berkumpul satu keluarga untuk melihat hasilnya, dan ternyata
hasilnya dia mendapatkan beasiswa. Dia mengambil kuliah yang S1.
Awalnya dia mikir untuk kuliah di luar negeri, karena itu
juga cita citanya, dia sangat ingin mencoba hal yang baru dia memikirkan untuk
S2 di luar negeri tapi dia tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan.
Di melaksanakan kuliahnya dengan senang hati walaupun banyak
rintangan tetapi dia terus hadapi dengan semangat dan tidak mengeluh.
Di saat saat akan lulus dia mendapatkan ujian karena tugas
akhirnya harus direvisi. Dia dibantu oleh kakak kakaknya dan di semangatin oleh
sodara sodara. Pada akhirnya dia bisa lulus dengan tugas akhir yang diterima
senang hati oleh dosennya.
Waktu masih kuliah dia PKL di rumah sakit, dan sekarang dia
sekarang sedang mengikuti ujian kedokteran untuk bisa menjadi dokter dan
bekerja di rumah sakit. Dan karena dia sudah berusaha sampai detik ini dia
lolos menjadi dokter dan mulai bekerja di rumah sakit yang ditempatkan oleh
atasannya.
Sekarang dia menjadi dokter spesialis anak di rumah sakit
Cibabat, sebenarnya dia berpindah pindah bekerja nya sebagaimana atasannya
saja. Sekarang ekonomi nya sudah tercukupi dan bisa membahagiakan orang tuanya.
Alasan dia ingin menjadi dokter untuk membahagiakan orang
tuanya. Walaupun dulu dia sempat putus asa dan berpikir tidak mungkin dia
menjadi seorang dokter, tetapi usaha tidak mengkhianati hasil, sekarang dia
sudah menjadi dokter yang sukses.
Walaupun terlihat cepat tetapi sebenarnya dia pernah merasa
lelah dan cape tetapi dia sekarang senang bisa memberangkatkan umroh orang
tuanya.
Dan itulah kita harus
berjuang agar mencapai cita cita kita tetapi kita menjalankannya dengan senang
hati dan memang itu keinginan dia.
============================== Tamat ===================================

Comments
Post a Comment