Karya Tulis Siswa TMBB V 2022 Pembimbing Anggun Ambarwati, S.Pd SMPN 2 Ngamprah
Karya Tulis Siswa TMBB V 2022
Pembimbing Anggun Ambarwati, S.Pd SMPN 2 Ngamprah
1.
NAMA :
Rara angelina p.
Kelas : VII G
SMPN
2 NGAMPRAH
Cerpen
Dream box
_____________________________________________________________________________________
"Fyy pokonya kamu harus ikut!!"paksa
Dyana agar Ify mengikuti camping yang diadakan SMA Astra graal yivanci.
"IYA!! DAFYNA LOWRENSYA AGASTA HARUS IKUT"Ily semakin memaksa "Iya siapa yang mau bawa sembako kalo
gaada kamu Fy"ucap Glen memelas, "yehh camping doank kan ngebosenin,
dari sd tuh cuma pasang tenda,uji nyali, pulang arghh kalian juga morotin gua
mulu tiap camping huhuu"ucap Ify, "yehh gapapa dong camping 1 per
semester aja pelit"jawab Ace yang ikut nimbrung "ini camping
mempengaruhi nilai lohh"ancam Rian, "nanti kita udah nikah kamu masih
SMA"ancam Ily "gak sampe segitu lama tantee!"ucap Ify
"terserah kamu harus ikut!" ucap Ily "ikut aja Fy, kalo SMA
kayanya seru, kayanya ya hehe"Timbrung Sinyo "Ya udah ah tapi bawain
barang barang gua pas camping oke?"tawar Ify "siap nyonya
Dafyna"ucap Glen, Ace dan Ily serempak sembari memberi simbol hormat.
Di bus Ify, Ily, Dyana,Glen, Ace,Rian dan Sinyo
mendapat bus yang sama dari 3 bus, hari ini SMA Astra graphyal yivanci
mengadakan camping untuk penilaian pramuka kelas XI, bukit tempat mereka camping
adalah Nightress Hill yang ada di bagian timur Bukit tubbies. Seperti
perjanjiannya, Glen dan Ace membawa sembako hahaha engga sih, sembako yang
dimaksud makanan ringan, dan ily membawa tas ransel Ify, walau berukuran sedang
Ily pasti keberatan karena,Ily sendiri membawa banyak barang. Sungguh malah
nasibnya. Di bus kelas XI bergembira dengan menyanyikan lagu strong dari One
direction bersama sama, lalu mengadakan kuis sejarah SMA Astra graphyal
yivanci, lalu menonton film Disney Turning Red, sungguh menyenangkan! Ify pasti
tidak menyesal!. Ditambah Glen, Ily dan Ace yang punya jiwa badut ancol pasti
akan melawak, membuat suasana bus semakin meriah.
Mereka telah sampai dibukit Nightress Hill,
tidak seperti kedengaran namanya yang menakutkan, sungguh pemandangan di bukit
ini indah, sinar matahari yang menghangatkan tubuh, suasana hutan yang tenang
dan banyak bunga bermekaran namun, saat malam tidak menutup kemungkinan hutan
ini terlihat menyeramkan seperti namanya. Ify dan yang lainnya sudah memasang
tenda Ify, Ily dan Dyana Mendapat tenda yang sama, Glen, Rian, Ace dan Sinyo
pun mendapat tenda bersama. Terdapat 6 tenda murid dan 2 tenda guru. Mereka
telah berkumpul di tempat api unggun, yang akan dinyalakan saat malam sebelum
uji nyali sekarang pukul 17.20, Seluruhnya telah berkumpul untuk mendengar
pengumuman,dari pa Dario pembina Pramuka.
"terimakasih anak-anak dan bapa ibu guru,
atas partisipasinya mengikuti kegiatan camping pada hari ini.Bapak akan memberi
rancangan jadwal untuk acara camping kita hari ini, pertama pada pukul 17.50
kita akan mencari kayu bakar lalu membuat api unggun, selepas membuat api
unggun,lalu kita akan bernyanyi sebagai dokumentasi kegiatan kita, pastinya
sambil mengelilingi api unggun, hahaha pasti menyenangkan, lalu pukul 18.50
kita akan makan malam bersama, dan dilanjut lagi pada pukul 19.40 kita akan
berkumpul disini untuk persiapan peralatan uji nyali yang akan dibagikan, pada
pukul 20.00 baru kita akan memulai uji nyali nya, jangan ada yang berpencar
pada saat uji nyali kompak dengan regu masing masing, perhatikan jalan dan
peta. lalu penutup kita akan berkumpul untuk kuis berhadiah. Esoknya akan ada
olahraga lalu berangkat ke kebun strawberry untuk mempelajari strawberry!!,
lalu???"tanya Pa Dario "Pulanggg" jawab murid serempak ,
"Belum kita akan dokumentasi dulu di kebun strawberry" jelas pa
Dario. "baik paaa"jawab murid serempak "SMA ASTRA GRAPHYAL
YIVANCI!!!!! WE ARE ONE WE CAN DO IT YO YO YO!!!!"teriak seluruh nya
serempak.
Acara camping berjalan lancar, sampailah pada
tahap uji nyali. Regu 2 mulai berjalan. 20 menit kemudian.."PAAA TAKUT MAU
PINGSAN AJA"ucap Syala dramatis "haduhh gitu saja sudah mau pingsan,
regu 2 gagal segera regu 3!!" teriak pa Hans. "SIAP PAK" seru
regu 3. Ify,Ace, Ily, Sinyo, Glen, Rian dan Dyana mendapat regu 3 mereka segera
berjalan dari pos 1 mengambil teka teki, menjawabnya lalu mendapt stamp dari
guru penjaga. Pemenang akan dinilai dari sampai pos mana mereka sampai dan
kecepatan melaksanakan nya.Dalam perjalanan menuju pos 3 Mereka dikagetkan dengan
genderuwo "ARGHHH tulung maa tulung abang Glen"Pinta Glen,
"HAHAHHA Udah Glen jangan ngelawak deh"Tawa Rian dan yang lainnya
kecuali Glen dan Ify yang masih bersembunyi dibelakang Dyana "Fy? kamu
kenapa? Pusing?"tanya Dyana setengah berbisik,Ify menggeleng "Aduh pa
Freddy, Hahaha itu copot dulu name tag nya Hahahah"tawa Sinyo
"tau ah capek"ucap Ily "Iya dari
tadi meuni teu bener Bu lyan telat muncul lah, Glen kejepit ranting
hahahah"tawa mereka tentunya tanpa Ify entah kenapa Ify sekarang
"Haduh lupa bapa, yasudah lanjut sana hati hati ya semoga berhasil, awas
ketemu yang asli hahaha"jawab pa Freddy menakut nakuti, dengan begitu Ify
semakin bersembunyi dibalik punggung Dyana, kenapa ya?.Ify dan yang lainnya
sudah sampai pada pos 3 "hadehh teka teki teh meuni hese psan ucap
Sinyo dalam logat turunan ibunya "Fy!! jangan liat kebelakang Fy"ucap
Glen menangkap sesuatu dibelakang Ify dan.. "DARRR!!"teriak Ily
mengagetkan "ARGHHHH"teriak Ify "Hahahhahahaha"tawa Glen
dan Ily menggelegar "Suut astaga kalian ini"ucap Dyana menegur.
"Cukup lahhh, gua cape Glen,Ly" Mohon
Ify "Iya iya btw nih liat"Glen melempar ranting kecil pada kaki Ify
dan yup Ify berteriak hingga kakinya lemas,Ia tertunduk sambil setengah
menangis. "Duhh kalian nih pengen gua Qurbanin lama lama, Fy kamu
gapapa?"tanya Dyana "sudah kyuduga, kebiasaan kalian inget tempat
dong."Ucap Rian. "I-iya I-ily minta maaf.."Ucap Ily terbata
bata. "Ahh Ify becanda ya?ga lucu kamu neng"ucap Glen, sungguh tidak
ada yang menduga Ify bangkit dan berlari berlawan arah dengan mereka. "Nah
kan" Semua menatap Glen penuh amarah "GLEN LU BISA GA SIH? UDAH GUA
BILANG INGET TEMPAT" bentak Rian "I-iya gua minta maaf gua gada
niatan kaya gini"ucap Glen "kita udah muter muter nyari dia sejam
kalo dia ilang gimana lu mau tanggung jawab?"tanya Sinyo "udah kita
kasih tau pa Dario aja"usul Ace "yang ada kita dimarahin, argh ini
pokonya karena Glen!"ucap Dyana "Huuuh maaf Abang Glen gada niatan
jadi kaya gini"ucap Glen. Setelah beberapa saat mencari akhirnya mereka
menemukan titik terang Ify berada duduk
di tepi jurang, menusuk lengan nya dengan ranting kayu runcing hingga berdarah,
sungguh mengerikan, dia seperti kerasukan saja bukan bukan memang kerasukan!
"Fyy!"tangis Dyana pecah "Fyy
Ily minta maaf, maafin Ily Pleasee..jangan gini" pinta ily."Abang
Glen minta maaf Fy, janji ga bakal gitu "ucap Glen melihat Ify mulai
berdiri "jangan mendekat" ucap Ify "Fyyy...udah cukup jangan
gitu gua takut"mohon Dyana "Fy tolong jangan lakuin hal yang ngebahayain
kamu"pinta Rian. Namun, Ify malah tertawa dan mendekat ke arah tebing itu
dan... ia melompat "FYY!!!"tangis Ify tidak tertahan lagi, Ily merasa
kakinya lemas, semuanya menutup mata tidak percaya dengan ini semua.
"KALIAN!!!", "Pa Dario?" ucap mereka bersamaan, saat
melihat pa dario membopong ify bersama Pa Hans dan bu Frizzy. Di tempat kemah
Dyana dan Rian menjelaskan semuanya, Ily terdiam disamping Dyana. Sinyo, Ace
dan Glen hanya menyimak. "lain kali kalian harus berhati hati, bapa tidak
suka dengan orang yang tidak tahu bagaimana cara bersikap, apalagi kalian sudah
besar!"ucap Pa Dario "maaf pa kami tidak menyangka akan seperti ini,
kami sangat menyesal"Ucap Rian "jangan mengulang lagi kesalahan
kalian!, jadikan pelajaran" nasihat bu Qilly.
"Baik pa, bu maafkan kita semua, dan
maafkan saya pa, Glen tidak akan mengulanginya lagi."ucap Glen buka
suara,"saya juga pa minta maaf, Ily ga ada niatan buruk sama Ify"ucap
Ily, "bapa pikir kalian akan terus diam, bagus kalian mengakuinya,jangan
ulangi lagi!"tegas Pa Dario, tidak lama Bu filla datang setelah memeriksa
kondisi Ify. "Ify sepertinya mempunyai fobia kegelapan, mungkin karena dia
sendirian itu sebabnya dia tidak bisa berpikir jernih."ucap Bu Filla
"Bagaimana kondisi Ify bu?" tanya Sinyo "Ify baik baik saja, sepertinya
dia tidak kerasukan tapi,karena ketakutan berkepanjangan akan kegelapan."
terang bu Filla, Sinyo dan Ace mengangguk angguk. "Baik bu, kita tidak
perlu meberi tahu orang tuanya dulu jika kondisinya baik" Ucap pa Freddy
"sudah kalian kembali ke tenda!" suruh Pa Dario. "baik pa"ucap
mereka serempak dan segera bergegas ke tenda masing-masing.
Paginya Ify terlihat lebih segar dan tidak tahu
kejadian semalam, sungguh menakjubkan!. "Pa disekitar sini ada air terjun
yang cantikkkk banget, kesitu yok pa" ajak dave anak XI B, Yap! disekitar
bukit Nightress Hill terdapat air terjun yang indah, dengan air nya yang hangat
karena terkena sinar matahari, juga arus air yang tenang. "ayo pa kan
cocok buat spot foto" , "tidak tidak sudah ada rancangan acara"
Tolak Pa Freddy "Di kebun strawberry juga bisa buat foto, ayo kita
berangkat" Aja Miss Qilly "yahh ibu Please kapan lagii"Ucap
Glen," Iya Pa, Bu, Pleaseee". akhirnya Pa Dario menyetujui, mereka
pun berendam di air terjun yang indah itu. Ada yang bercanda ria, berfoto,
karaokean bahkan, ada yang menggosip haha!.
Acara bermain air telah selesai, mereka pun
sampai di kebun strawberry, Melihat kondisi Ify mereka semakin merasa bersalah
tapi, jika melihat Ify ceria tentu mereka ceria, dan akan terus menjadi badut
ancol. pada jam istirahat, mereka diizinkan beristirahat 30 menit. "Guys!
di deket sini ada bukit tubbies! bukitnya penuh bunga-bunga, cantik banget
pokoknya, kesitu yuk"Usul Sinyo seolah tidak kapok dengan kejadian
semalam, belum sempat Dyana memotong ,Ify berseru "ayo! ayo! kita bisa bikin
kotak mimpi kita disitu,ini udah ada kertasnya!". "ide bagus, ayo
kita kesana hahahah"ucap Ily. "emm yaudah deh ,ayo ayo aja hehe"
Ucap Dyana "Let's go guys!!semangat Glen dan Ily. "siapa tau bisa
punya suami tajir hahah"canda Ify , "iya deh, ngomong ngomong abang
Glen juga tajir loh" ucap Glen , "ih amit amit"ucap Ily,
"Napa jadi lu Tantee"ucap Glen "biarin, wleee"
Dibukit tubbies mereka menulis kan mimpi
mereka, O iya asal nama bukit tubbies karena bentuk bukitnya mirip dengan bukit
Di film Teletubbies!, "ehh acut liat mimpi lu donkk"ucap Glen pada
Ace "Acut your head! nama dah bagus main ubah ubah, bapa gua marah
loh" ucap Ace ,"Hahahaha"
mereka tertawa bersama, "acut? hahaha", "udah belum kita kubur
yok" ajak Ify, "iya, iya!! siapa yang mau sumbang lagu untuk mengawal
penguburan kotak mimpi kita dibawah pohon rindang ini!!"ucap Ily "aku
aku, abang Glen suara nya bagus!" usul glen, "insaflah wahai manusia
jika dirimu bernoda eh berdosaaa"Glen bernyanyi dengan suara cempreng nya,
"buset, tu suara apa speaker kemasukan airm" tanya Rian "enak
aja"ucap Glen, "hahhahaha apaan sih malah lagu Azab"ucap Dyana
"selesaiiii sudaj terkubur dengan aman"ucap Ify "semoga mimpi
yang kita tulis bisa tercapai"ucap Sinyo "Amin"ucap mereka
serempak "okee udah finish yuk balik sebelum kita dicariin" ajak
Dyana "Let's go!!".
Selagi kita bersama
,tidak ada pedang yang dapat menghancurkan perisai kita, perisai itu adalah
pertemanan~~
•Tamat•
2.
NAMA : Naura Aulia Yusup.
KELAS : VII G
SMPN 2 NGAMPRAH
Cerpen
KUCING NISA
Suatu
hari Nisa sedang membuka internet,dia melihat kucing-kucing yang sangat lucu.
Nisa suka sekali dengan kucing ,karena kucing itu sangat lucu dan manis.
Tiba-tiba ia ingin memiliki kucing,karena ia tidak memiliki hewan peliharaan .
Esok harinya ia meminta kepada ibunya untuk memelihara kucing,tapi ibunya
melarang. Nisa pun sedih karena tidak diperbolehkan memelihara kucing.
Nisa
berpamitan kepada ibunya untuk pergi sekolah, ia berjalan kaki kesekolah karena
jarak rumah Nisa dan sekolah lumayan dekat. Saat ia berjalan ,ia mendengar
suara kucing di dalam kardus
, ia pun penasaran
dan membuka kardus itu. Di dalam nya ada seekor kucing yang sangat lucu. Ia
memberi susu yang ia bekal untuk anak kucing itu,setelah itu ia melanjutkan
perjalanannya ke sekolah karena takut terlambat.
Sepulang
sekolah ia melihat kucing itu masih berada di sana. Karena Nisa kasihan dengan
kucing itu, maka dia membawanya ke rumah untuk dirawat. Saat nisa sampai di
rumah, ia menyimpan kucing itu di halaman belakang rumah, karena takut dimarahi
oleh ibunya kalau ia membawa kucing. Keesokan harinya, Saat nisa sedang
bersekolah, dan ibunya Nisa sedang menyapu di halaman belakang rumah, mendengar
suara kucing di dalam kardus. Ternyata kucingnya kedinginan, karena seharian di
luar rumah. Karena kasihan kepada kucing tersebut, maka ibunya Nisa membawa
kucing
itu kedalam rumah dan memberinya makan.
Sepulang
sekolah nisa mendengar suara anak kucing di dalam rumahnya. Nisa pun bertanya
kepada ibunya kenapa ada kucing di dalam rumah “tadi ibu melihat kucing di
halaman belakang rumah kucingnya kedinginan dan ibu membawanya kedalam rumah”.
Jawab ibu. Ternyata kucing itu adalah kucig yang dibawa oleh Nisa kemarin. Nisa
pun meminta maaf kepada ibunya karena membawa kucing tanpa ijin dulu. Ibu Nisa
pun memaafkannya dan mengizinkannya untuk memelihara kucing , karena ibunya
tahu kalau anaknya ingin sekali memelihara kucing. Nisa pun senang karena boleh
memelihara kucing dan Nisa janji untuk merawatnya dengat baik.
-TAMAT-
3.
NAMA : EFA MURNIAWATI ZAI
KELAS : VII i
SMPN 2 NGAMPRAH
Cerpen
Abigail and Zoe
Karya Efa Murniwati Zai
Eps 1: Prolog
Sebuah kisah tentang persahabatan gadis
cilik. mereka saling menyayangi dan juga saling membantu satu Sama lain.
Persahabatan mereka terjalin sejak SD (seolah dasar) hingga saat ini duduk
dibangku SMP.
Kemana pun selalu sama, dilakukan
bersama karena kebetulan rumah mereka berada di kota yang sama. Membuat mereka
juga saling mengunjungi rumah satu sama lain. Kedua keluarga mereka juga
mengetahui kedekatan persahabatan kedua anak-anak mereka.
***
Keesokan paginya Abigail berangkat
pagi-pagj untuk sekolah.
“Mah Aku berangkat dulu yah,” kata
Abigail sambil menyalam tangan ibunya
“iya nak Hati-hati ya,”jawab ibunya.
“Iya Mah.”
Setelah Abigail sampai sekolah, dia
menuju kedalam kelasnya. Sampai dalam kelas dia bertemu dengan sahabatnya yang
bernama Zoe. Abigail pun menghampiri Zoe. “selamat pagi zoe” kata Abigail
sambil tersenyum .
“Hay Abigail selamat pagi juga, tumben
datang secepat ini biasanya kan lama datangnya” kata Zoe.
“Heheh itu kan karena lama bangun. Sekarang
cepat kok bangun nya, “ balas Abigail sambil ketawa.
“Hadehhh iya deh, “jawab Zoe sambil
Ketawa bersama.
Saat Abigail dan Zoe asik ngobrol
tiba-tiba bunyi bel pun berbunyi yang artinya Mata pelajaran segera dimulai.
Guru pun memasuki kelas Abigail dan Zoe .
Proses belajar mengajar pun selesai
sampai bel pun berbunyi bahwa semua murid diperbolehkan untuk pulang.
“Zoe aku pulang dulu yah papah dah
jemput, “ kata Abigail pamit pada Zoe “Atau kamu ikut aku aja yuk?”
“Tidak usah ,nanti aku dijemput juga
sama papah, nanti kalau aku ikut kamu pulang papah aku pasti nyariin"balas
Zoe.
“Baiklah ,aku pulang dulu kalau gitu. “
“iya Abigail.”
Abigail mempunyai sahabat yang bernama
Zoe mereka Satu kelas.umur mereka berbeda 1 tahun Abigail 12 tahun sedangkan
Zoe 13 tahun. Zoe memiliki sifat yang keras kepala tapi kreatif dan juga
ambisius dan dia sangat menyanggi sahabatnya Abigail. Zoe sudah menggangap
Abigail seperti adeknya sendiri sebaliknya Abigail juga menggangap Zoe sebagai
kakaknya sendiri.
Abigail mempunyai sifat yang sangat
barbar,Abigail tergolong percaya diri, dan dia juga sangatlah penyayang.
***
Eps 2: SENANG antara SEDIH
Abigail dan Zoe pun telah sampai dirumah masing-masing saat aktivitas keduanya selesai. Mereka pun langsung call malam Karena jarak rumah mereka yang cukup jauh. Disaat mereka selesai beraktivitas mereka saling bercerita tentang keseharian mereka masing-masing melalui call, sampai ruangan kamar keduanya dipenuhi dengan canda dan tawa. Saat mereka selesai ngobrol melalui handphone , mereka pun tertidur .
Keesokan
paginya kedua kamar gadis tersebut dipenuhi dengan cahaya matahari pagi. Zoe
pun terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi. Sedangkan
Abigail gadis itu masih berada dalam mimpi nya kebiasaan nya jika hari libur
bakalan lama terbangun dari tidurnya yang nyenyak.
Disisi
lain Zoe sudah siap mandi dan menuju ke ruang makan untuk sarapan.
“Pagi
Bun ,pagi Pah, “ kata Zoe kepada ibunya..
“Pagi
juga Sayang," belas ibunya.
“Ayo
duduk sarapan dulu, “kata ayah Zoe.
Sarapan
pagi pun telah selesai , ibu Zoe sudah mengingat kan Zoe untuk kumpul diruang
tamu untuk membicarakan sesuatu kepadanya.
“Maksud
ayah suruh kalian untuk kumpul disini adalah ayah ingin memberitahu kan bahwa
kita akan pindah ke surabaya untuk pekerjaan ayah disana dan mungkin kita cukup
lama disana, “kata ayah panjang lebar.
“Tapi
yah gimana dengan sekolah ku “ tanya Zoe kepada ayahnya.
“Kamu
akan melanjut sekolah disana, “ balas ayahnya.
“Ta--- “
“Ayah mohon semoga kamu bisa terima ini, “ potong
ayahnya.
Sedangkan
Zoe hanya mengangguk saja, sedangkan bundanya hanya melihat kesedihan anaknya.
Dia mengerti bahwa anaknya itu sedih. Dia yakin Zoe tidak bisa meninggalkan
Abigail, susah untuk meninggalkan Abigail.
Saat
percakapan antara keluarga selesai, Zoe pun beranjak dari sana menuju kamarnya
lalu dia mengambil handphonenya dan langsung telpon sahabatnya itu .
Abigail
sedang asik mendengankan musik saat dia selesai mandi dan juga sarapan .Tiba
tiba hp Abigail berbunyi.
“Hallo
Abigail ,“ ucap Zoe.
“Hallo
juga Zoe ,Oh rupanya kamu , ada apa?” balas Abigail.
“Aku
mau ngomong sesuatu sama kamu , boleh tidak?”
“Tentu
saja boleh Zoe, mau ngomong apa?” ucap Abigail sekali lagi.
Zoe
pun menceritakannya. Jujur Zoe tidak mau sahabatnya itu sedih karena dia akan
pergi meninggalkan dia walaupun masih bisa berkomunikasi melalui handphone.
Sungguh menyedihkan sekali tapi mau
bagaimna lagi mungkin itu adalah jalan terbaik untuk mereka berdua walaupun
membuat kita sedih atau merasa kehilangan.
“Tidak apa-apa kok ikuti saja kata orang
tua kamu. Lagian kita pasti bakalan ketemu lagikan. Jadi jangan membantah orang
tua kamu ok.” Ucap Abigail.
“Tapi
kamu bagaimna?” Tanya Zoe.
“Aku
tidak apa-apa , lagian kita masih bisa berkomunikasikan ,jadi tidak usah
khawatir “balas Abigail
“Aku pasti akan merindukanmu Abigail. Merindukan
kita yang sering ketawa bareng dan bercanda bareng. Kenangan itu tak
akan aku lupakan, “ kata Zoe.
“Aku juga.”
“Besok aku dan keluarga bakalan
berangkat”
“Iya hati-hati ya dijalan,jangan sedih
terus”ucap Abigail menyemangati Zoe.
“Makasih Abigail. kamu memang sahabat
aku yang terbaik “ucap Zoe.
Setelah mereka selesai mengobrol. keesoakan
harinya keberangkatan Zoe dan keluarga sudah tiba. Mereka sudah sampai di halte
bus. Disitulah perpisahan antara Zoe dan Abigail.
Sungguh mereka sangatlah terpukul atas
perpisahan mereka. Persahabatan mereka dari SD kini berpisah di bangku SMP.Mereka
akan menjalani hidup mereka masing-masing dengan kota yang berbeda
TAMAT.
4.
NAMA : Rosiana cicilia catrine tobing
KELAS : VII i
SMPN 2 NGAMPRAH
Cerpen
THE MAGIC LIBRARY
Karya Rosiana Cicilia Catrine Tobing
"CLARISA!!!, Kamu nih disuruh beresin barang aja lama banget" ucap seorang wanita paruh baya yang berumur 42 tahun sembari menggedor sebuah pintu kamar dengan tidak sabar.
Clarisa yang mendengar gedoran itu pun langsung membuka pintu kamarnya.
"Kamu itu kok lama sekali sih?!, Kamu pikir kita punya banyak waktu hah!" Marah wanita yang bernama Elvina yang ternyata adalah ibu dari Clarisa.
“Maaf mah" Ucap Clarisa sembari menghapus air mata yang berada di pipinya.
"Kamu gak usah cengeng ya!" Cepet beresin barang kamu!, Saya tunggu di bawah!" Ucap Elvina yang terdengar sangat kejam bagi siapapun yang mendengarnya.
Begitulah kehidupan Clarisa, dia harus mendengar cacian dan makian setiap harinya, dia mempunyai orang tua yang lengkap tapi yang dia rasakan adalah hidup dengan kedua orang tua tiri, sejujurnya Clarisa bersyukur dia masih bisa bersama dengan kedua orang tuanya. Walaupun menyakitkan, Clarisa harus melihat kedua orang tuanya berkelahi setiap harinya, bahkan masalah yang sepele saja dapat membuat rumah menjadi kapal pecah.
Saat ini Clarisa sudah berada di mobilnya.Iia akan pindah dari rumah lamannya karena papahnya terancam bangkrut dan harus menjual rumahnya agar perusahaannya tertolong. Clarisa tak akan tinggal di rumah sederhana melainkan ia akan tinggal di rumah mendiang sang kakek.
Saat sampai betapa terkejutnya Clarisa melihat rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya. Bukan terkagum-kagum melainkan Clarisa berfikir betapa seramnya jika ia tinggal di rumah ini. Rumah ini lebih terlihat seperti istana yang tersembunyi dengan banyak lumut di tembok-tembok sepanjang rumah itu, gelap, bercat hitam dan kebun belakang rumahnya yang ditumbuhi ilalang dengan ukuran yang tinggi-tinggi. Satu kata untuk mendeskripsikan rumahnya, Menyeramkan batinnya.
"Heh!, Ngapain kamu bengong aja hah!?, Bawa semua barang kamu susun dikamar kamu, dan kamu akan tidur dikamar yang ada di lantai tiga, yang deket lorong" suruh Elvina.
Tanpa basa-basi Clarisa langsung memasuki rumah itu dan menaiki anak tangga juga mempercepat langkahnya agar cepat sampai ke kamar barunya. Clarisa telah sampai di lantai tiga. Dia melihat-lihat setiap ruangan yang ada di lantai itu, benar-benar gelap, bahkan ruangan itu hanya memiliki satu penerangan yaitu lampu di ujung lorong, itupun sudah hampir mati. Dan benar saja tiba-tiba lampu itu mati dan hidup kembali dan terus seperti itu hingga Clarisa menangkap sebuah bayangan wanita yang tidak berkepala. Clarisa yang melihat itupun langsung berlari dan memasuki sebuah ruangan dan langsung menutup pintunya dengan sangat keras. Clarisa menahan nafasnya dan menetralkan jantungnya yang berdegup kencang, "apa-apaan tadi itu, mengerikan sekali" Gumam Clarisa yang belum menyadari di mana ia berada sekarang.
Sampai akhirnya Clarisa melihat kedepan dan wow betapa terkejutnya Clarisa saat ia menyadari bahwa ia berada di sebuah perpustakaan besar yang memiliki rak yang sangat menjulang tinggi. Dia seperti berada di film-film. Seingat Clarisa, kakeknya tidak menyukai buku tapi tidak tahu dengan neneknya karena nenek Clarisa sudah meninggal sebelum Clarisa lahir. Dia juga tak pernah mendengar apapun tentang neneknya. Bahkan sekedar nama ataupun wajah sang nenek.
Saat Clarisa bertanya ibu dan ayahnya hanya menjawab bahwa neneknya sudah tiada dan mereka menekankan kepada Clarisa untuk tidak menanyakan hal itu lagi. Bahkan mereka sempat berkata bahwa kematian neneknya adalah akibat dirinya. Setelah selesai bergelut dengan pikirannya, Clarisa melangkahkan kakinya menuju rak buku yang menjulang tinggi itu. saat sedang melihat-lihat Clarisa tertarik dengan salah satu buku yang berada di paling atas. Tetapi untuk menggapainya, Clarisa harus menaiki tangga yang ada di dekatnya itu. Clarisa mulai menggeser tangga tersebut hingga tepat di depan buku yang ia incar.
Saat dirasa sudah pas, Clarisa mulai menaiki anak tangga tersebut dan menggapai buku yang berjudul "KEHIDUPAN DUNIA KE DUA". Setelah membaca judul tersebut Clarisa menyeritkan alisnya bingung. Lalu kembali turun dan tidak lupa membawa buku tersebut. Saat ingin keluar, Clarisa berjaga-jaga terlebih dahulu apakah hantu yang tadi itu masih ada.
"Clarisa" ucap seseorang yang terdengar.
Berdengung jantungnya mulai berpacu dengan cepat Clarisa menahan nafasnya.
"CLARISA"
Kali ini suaranya terdengar lebih keras dan lantang.
"Clarisa kamu dengar saya gak si?"
Tunggu kenapa suaranya mirip sekali dengan suara ibunya. Clarisa menengok ke sebelahnya yang terdapat sebuah alat seperti pengeras suara yang terdapat tombol merah dibawahnya. Clarisa pun mencoba memencet tombol merah tersebut dan mulai berbicara "iya mah, Clarisa denger" .Benar saja suaranya tadi terdengar dari luar.
"Baguslah kalau kamu dengar, saya sama papah kamu akan keluar sebentar, dan kamu jangan coba-coba untuk keluar rumah, paham?!"
"Iya mah".
Wah keren banget rumah tua kayak gini punya alat yang secanggih ini. Clarisa tidak habis pikir. Sekarang Clarisa sudah berada dikamar barunya.Kamar ini benar-benar lebih besar dari kamar lamanya. sekarang Clarisa benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan dirumah sebesar ini tanpa seorang teman? Saat sedang menyusuri setiap inci dari kamar itu, Clarisa mengunci pandangannya pada sebuah tirai berwarna abu-abu, dan menyibakkan tirai tersebut, dan yang dilihat Clarisa adalah pemandangan belakang rumahnya.
Tak lama Clarisa berfikir bukannya belakang rumahnya adalah sebuah kebun tidak terurus? Tetapi yang dilihatnya 360° jauh bedanya. Belakang rumahnya benar-benar Indah dipenuhi oleh berbagai bunga yang warnanya juga beragam. Dengan berlari Clarisa segera keluar dari rumah itu dan masuk ke semak-semak dan akhirnya Clarisa sampai. Saat berada di taman ini rasanya seperti berada di dunia dongeng, rumputnya yang hijau, bunga-bunganya, danau kecil, rumah pohon juga ayunan kecil di tengah taman. Clarisa mulai mengelilingi taman itu dan betapa terkejutnya Clarisa saat menemukan makam tua bertuliskan "CLORA ANINDIYA". siapa itu Clora Anindiya? Kenapa ada makam disini? Pertanyaan itu terus berputar di kepala Clarisa sampai akhirnya suara klakson menyadarkannya dari lamunannya. Ia pun bergegas untuk menemui orangtuanya untuk menanyakan tentang ini.
"Mah,pah ini rumah kakek tinggalin sejak kapan?" tanyanya setelah kedua orangtuanya sedang duduk santai diruang tamu.
"kakek kamu beli rumah ini untuk pernikahan dia sama nenek kamu" jelas ayahnya,
"Ouh, terus sebenarnya nenek itu siapa sih, sosoknya tuh gimana?" Tanyanya lagi,
"Apa-apaan sih kamu ini, kamu banyak nanya aja bikin pusing kepala tahu gak!?" Sewot Elvina.
" Yaudahlah udah saatnya Clarisa tahu tentang keluarganya" bantah ayah Clarisa.
seketika Elvina diam dan lebih memilih untuk pergi dari situ.
“Ayah bakalan cerita tentang kamu dan keluarga ini.” Ayahnya pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya secara kasar dan mulai bercerita " Nenek kamu adalah seorang yang sangat baik, dia juga sangat hobi membaca buku, juga menulis. Dia mulai menulis sejak umur 16th. Karena kegigihannya dia sudah membuat 24 buku selama hidupnya. Selama hidupnya, nenek kamu selalu melindungi ayah beserta anak-anaknya. Nenek kamu juga sangat percaya sama ayah, bahwa ayah akan melakukan yang sama seperti yang nenek kamu lakukan. Sampai akhirnya ayah ketemu sama ibu kamu. Awalnya hubungan kami berdua hanya teman biasa hingga ayah melakukan kesalahan yang fatal sampai nenek kamu tahu dan memaksa ayah untuk menikahi mamah kamu. Ayah sama mamah kamu gak pernah saling mencintai ataupun menyayangi hingga detik ini. Kami juga sering bertengkar dulu hingga nenek kamu menjadi korban atas pertengkaran kami berdua. Saat itu ayah dan mamah kamu bertengkar karena suatu kesalahpahaman saat itu mamah kamu sangat emosi dan melempar vas bunga keramik kesembarang arah dan tidak sengaja mengenai nenek kamu. Saat itu juga hubungan ayah dan mamah kamu semakin merenggang. Skarang kuburan nenek kamu berada di belakang rumah." Cerita ayah Clarisa panjang lebar.
" Ja-jadi selama ini mamah gak pernah nganggep aku anaknya karena aku bukan anak yang diinginkan Pah?!!" Tangis Clarisa. Dia benar-benar tidak tahu apa sebenarnya rencana Tuhan untuk hidupnya.
"maafin papah ya, selama ini papah gak pernah ada disamping kamu karena papah yang terlalu sibuk dengan pekerjaan papah" ujar ayah Clarisa dengan nada yang sangat terdengar menyesal. "Mulai sekarang papah janji bakalan ada untuk kamu," janji ayah Clarisa
"Makasih Pah" ucap Clarisa lalu memeluk sang ayah.
Inilah kehangatan yang selalu diimpikan oleh Clarisa. "Oh, satu lagi Pah, Papah tahukan perpustakaan yang dilantai 3?, waktu Clarisa jalan disitu, Clarisa lihat hantu gak ada kepalanya Pah!" Ujar Clarisa mengadu kepada Ayahnya.
"Oh, perpustakaan itu. Itu perpustakaan nenek kamu. Saking sukanya beliau sama buku, dia sampai bela-belain untuk ciptain perpustakaan itu. Didalam perpustakaan itu ada buku yang lagi papah cari-cari. Dan soal hantu itu, itu nenek kamu yang sengaja memotong kepalanya karena dia malu untuk mengakui wajahnya yang hancur karena lemparan vas," jelas ayahnya,
"Kok ayah bisa tahu kalau nenek memotong kepalanya? Terus buku apa yang Ayah cari?" Tanya Clarisa.
" Buku yang ayah cari berjudul KEHIDUPAN DUNIA KE DUA, dan soal hantu itu, nenek kamu selalu datang ke mimpi ayah dan menjelaskan kenapa dia memotong kepalanya".
"Ayahh, Clarisa tahu buku itu dimana!."
" Loh kok kamu tahu?" Tanya ayah Clarisa bingung.
"Clarisa gak sengaja nemuin Pah, maaf Clarisa lancang," ujar Clarisa,
"Bagus dong kalau kamu udah nemuin, sekarang ayah minta kamu ambil buku itu," pinta ayah Clarisa.
"Oke Pah," ujarnya.
Clarisa lalu beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kamarnya. Setelah kembali Clarisa menyerahkan buku itu kepada ayahnya.
" Kamu taau buku ini buku yang keberapa?" tanya ayah Clarisa.
"Emm yang ke-24 mungkin Yah?"
"Salah, buku ini adalah buku yang ke-25," ucap ayah Clarisa sambil memasang senyum yang sulit diartikan.
"Hah!, Apaan sih papah ngaco, orang papah sendiri yang bilang kalau semasa hidupnya nenek cuma buat 24 buku aja, kok sekarang jadi 25 sih!, Masa nenek nulis buku ini pas udah mati coba, lucu banget emang Papah," ucap Clarisa tertawa,
"Tuh, kamu tahu, ngapain nanya lagi?" Ucap ayah Clarisa dengan santainya.
Clarisa yang mendengarnya pun langsung berhenti tertawa.
"Buku ini ditulis nenek kamu saat nenek kamu sudah tidak ada. Dibuku ini dia menceritakan tentang dirinya di kehidupan dunia kedua dimana dia hidup bersama orang-orang yang sama dengan beliau”.
Baiklah sekarang semuanya masuk akal, cuman agak sulit untuk mempercayainya, tapi baiklah Clarisa pikir tidak buruk untuk mempercayainya.
"Sekarang setelah denger semuanya, kamu mau jadi apa?" Tanya ayahnya.
"Clarisa mau lanjutin jejak nenek sebagai penulis dan bakal bikin papah dan mamah bangga punya anak seperti Clarisa. Papah boleh pegang janji Clarisa.
~TAMAT~





Comments
Post a Comment