Karya Tulis Siswa TMBB V 2022 Pembimbing Wenni Wulandari Gustaman, S.Pd SMPN 2 Ngamprah
PANTUN NASIHAT
Karya: Ahnaf Adnan Zuhair
Tetangga sebelah sedang bartamu.
Ku beri kopi sebagai jamuan.
Rajinlah kamu menuntut ilmu.
Untuk bekal di masa depan.
Buah kelapa ambil airnya.
Usap wajah jika berkeringat.
Berbaktilah kepada orang tua.
Agar selamat dunia akhirat.
Kisah pohon di bukit Estrella
Pengarang: Liskris Dayanti Bu’ulolo
Pada suatu hari ada sebuah pohon beringin yang terletak di sebuah bukit yang bernama bukit Estrella. Pohon beringin itu terlihat tidak terawat, berbeda dengan pohon dan tanaman lain nya di sekitar hutan tersebut yang terlihat bersemi dan terawat.
Konon katanya, pohon beringin tersebut bisa berbicara dan memiliki sebuah kekuatan yang tidak diketahui siapapun. Tetapi warga di sekitar bukit Estrella banyak yang tidak mempercayai hal tersebut, karena banyak yang berfikir bahwa bagaimana cerita nya pohon bisa berbicara dan memiliki kekuatan? Hal itu membuat beberapa warga menganggap bahwa rumor itu sangat konyol dan hanya berita palsu. Dan kalaupun beritanya benar, itu akan terkesan sangat mengerikan dan menakutkan. Tetapi ada dua teman orang yang memiliki rasa penasaran yang tinggi, nama nya adalah Alden dan Genandra. Selain memiliki rasa penasaran yang tinggi, Alden dan juga Genandra sangat menyukai hal-hal berbau mistis. Rumor tentang pohon beringin yang bisa berbicara dan memiliki kekuatan membuat Alden dan Genandra tertarik untuk membuktikan apakah rumor itu benar atau tidak. Apalagi rumor itu terlihat sangat menarik sekaligus menakutkan bagi Alden dan Genandra.
Setelah beberapa hari mencari tau keberadaan pohon beringin tersebut, akhirnya Alden mengetahui keberadaan pohon beringin itu. Setelah mengetahui letak absolut pohon tersebut Alden langsung memberitahu Genandra untuk mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk ke bukit tersebut. Setelah mereka sudah selesai bersiap, lalu mereka langsung bergegas untuk berangkat ke bukit Estrella. Sesampainya di bukit Estrella, Alden dan Ganendra bergegas untuk menuju ujung bukit tersebut dan memulai misi mereka mencari tau tentang pohon tersebut.
Saat sampai di ujung bukit tersebut, Alden dan Ganendra langsung melihat sebuah pohon beringin besar yang terlihat layu dan terlihat akan mati. Mereka pun langsung menyadari bahwa pohon tersebut adalah pohon yang mereka cari-cari. Setelah itu mereka langsung menghampiri pohon tersebut. Tetapi sebelum benar-benar akan memulai aksi mereka, Alden dan Ganendra akan merawat pohon tersebut terlebih dahulu sampai pohon itu kembali berseri dan kembali hidup seperti pohon dan tanaman lain. Dan tentunya sekaligus mencari tahu tentang kebenaran rumor pohon tersebut.
Sudah sekitar 3 jam, Alden dan Ganendra berada di sana, mereka sudah melakukan beberapa hal yang bisa dibilang bermanfaat dan juga menguntungkan bagi lingkugan sekitar. Dari mulai mencabuti tanaman liar yang ada di sekitaran pohon beringin tersebut, memberikan pupuk, menyirami pohon beringin itu, sampai membersihkan lingkungan yang ada di sekitaran pohon tersebut dengan cara bekerjasama. Setelah selesai melakukan beberapa hal untuk merawat kembali pohon tersebut, Alden dan Ganendra berniat untuk kembali pulang, tetapi karena hari sudah mulai gelap akhirnya mereka memutuskan untuk berkemah di bukit tersebut selama satu malam. Sebenarnya mereka berdua sudah menyiapkan semua hal tersebut dengan matang dari jauh jauh hari. Jadi jika ada hal yang mendadak seperti ini, mereka tidak akan panik dan kebingungan.
Satu malam telah berlalu, pagi hari pun tiba. Mereka langsung segera bergegas untuk membereskan kembali alat-alat kemah yang mereka pakai. Setelah itu langsung bersiap-siap untuk kembali pulang ke rumah agar bisa membersihkan diri. Setelah mengantar Genandra sampai rumah, Alden langsung pulang ke rumah nya sendiri.
Saat sudah sampai di rumah masing-masing, Alden maupun Genandra langsung membersihkan diri lalu makan untuk mengisi perut masing-masing dan kembali menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk besok kembali ke bukit. Sesudah Alden selesai membersihkan diri dan siap-siap, Alden langsung menuju rumah Ganendra untuk menginap di rumah nya, agar besok bisa langsung menuju ke bukit bersama-sama.
Alden membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di rumah Genandra, setelah sampai di rumah Genandra, Alden langsung mengetok pintu rumah Genandra lalu Genandra membuka pintu tersebut.
“Eh Alden, kamu ngapain di sini malam-malam?” Tanya Genandra kepada Alden.
“Oh iya, maaf aku lupa ngabarin kamu Nan. Malam ini aku nginap di rumah kamu ya? Biar besok kita ke bukit langsung bareng-bareng, jadi ga ribet,” Jawab Alden kepada Genandra.
“Oh oke Al, ayo masuk.’’ Balas Genandra, lalu Genandra mengajak Alden untuk masuk ke rumahnya.
Pagi hari telah tiba, mereka berdua terbangun karena suara alarm. Saat sudah bangun Alden menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Sedangkan Genandra memanaskan mobil untuk mereka pergi nanti, setelah itu mereka sarapan bersama.
Sekitar setengah jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai lagi di bukit tersebut dan mereka bergegas untuk menuju ke ujung bukit nya. Mereka kembali membereskan lingkungan sekitar pohon itu lagi. Dan saat sedang beres-beres, Genandra tidak sengaja mendengar samar suara isak tangisan, dan hal itu terdengar sangat menakutkan. Lalu setelah nya Genandra langsung memberi tau hal tersebut kepada Alden. Dan setelah mendengar kejadian itu, rasa penasaran mereka semakin tinggi.
Sudah beberapa minggu setelah kejadian itu, mereka selalu mengunjungi bukit tersebut hanya untuk mencari tau tentang misteri dan rumor di balik pohon tersebut.
Di suatu hari saat mereka sedang berada di bukit, mereka merasakan ada hal yang janggal. Mereka seperti mendengar suara tangisan lagi. Saat mereka mendengar suara tangisan tersebut, mereka langsung mencari sumber suara itu. Ternyata itu adalah suara tangisan pohon beringin tersebut, suara tangisan itu terdengar sangat memilukan sekaligus mengerikan. Mereka sempat terkejut karena ternyata rumor tentang pohon itu benar, tetapi mereka tetap berusaha untuk tenang. Lalu mereka teringat bahwa ada rumor tentang pohon itu juga bisa berbicara, akhirnya mereka mencoba berkomunikasi dengan pohon tersebut.
“Hei, kenapa kamu menangis?” Ucap Ganendra untuk memulai pembicaraan.
“Eh.. A-aku tidak apa-apa’’ Balas pohon tersebut sambal terbata-bata.
Mereka kembali terkejut karena rumor tentang pohon itu bisa menangis dan berbicara benar ada nya. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali mengobrol dengan pohon tersebut untuk sekedar berbasa-basi.
“Kamu.. beneran bisa bicara?” Tanya Alden sembari memasang ekspresi tidak menyangka.
“Ekhm, aku memang bisa berbicara. Kenapa? Ada yang aneh ya?..” Jawab pohon tersebut.
“Hehehe, ga ada yang aneh ko. Aku dan Ganendra hanya sedikit terkejut. Maaf kalau ekspresi dan tanggapan kami membuat kamu tidak nyaman.” Balas Alden.
“Oh.. Begitu ya, tidak apa-apa ko. Aku tidak tersinggung ataupun merasa tidak nyaman dengan tanggapan kalian, santai saja.” Ucap pohon beringin tersebut.
Sesudah berbincang-bincang selama beberapa menit, akhirnya pohon beringin itu mengucapkan terima kasih kepada Alden dan Genandra karena sudah merawat dia dan lingkungan sekitar nya. Alden dan Genandra pun merasa sangat senang karena bisa membuktikan benar atau tidak nya rumor tentang pohon tersebut. Dan ternyata rumor tersebut adalah benar.
Selang beberapa hari, berita tentang kebenaran pohon beringin tersebut tersebar luas, sehingga para warga terkejut. Tetapi ada Sebagian warga yang tetap tidak percaya sekaligus menentang tentang kebenaran rumor tersebut, dan sebagian ada yang percaya. Akhirnya untuk membuktikan lebih jelas lagi, sebagian warga yang tidak percaya berniat untuk menebang pohon itu. Karena mereka berfikir jika pohon itu ditebang pasti pohon itu akan menangis lalu memohon kepada mereka agar dia tidak ditebang, tetapi jika rumor itu palsu pasti pohon itu tidak akan bereaksi apapun.
Akhirnya Sebagian warga yang ingin menebang pohon itu mendatangi bukit tersebut, lalu menyiapkan alat-alat untuk menebang pohon beringin itu. Tetapi saat ingin ditebang tiba-tiba ada angin kencang dan juga tiba-tiba hujan deras turun serta beberapa pohon tumbang. Mereka kebingungan, bukan nya tadi cuacanya cerah? Mengapa tiba-tiba jadi hujan deras begini? Apa pohon itu murka jadi tiba-tiba semua jadi begini? Beberapa pertanyaan dari sebagian orang tersebut membuat suasana menjadi semakin ricuh.
“KENAPA KALIAN SANGAT SUKA MENGANGGUKU?!” Murka pohon tersebut kepada warga-warga yang ada di sana. “MEMANG APA GUNANYA KALIAN MENEBANGKU?! DAN APA GUNANYA KALIAN MERUSAK EKOSISTEM?! Aku.. Aku selalu berusaha sabar terhadap manusia seperti kalian, aku berusaha sabar saat kalian dengan seenaknya menebang pohon-pohon yang ada di sekitar sini. Aku selalu berusaha untuk tidak murka seperti ini-” Jeda pohon tersebut. “Tapi kalian selalu saja memancingku untuk murka. Aku sudah berusaha sabar dan berusaha untuk tetap kokoh. Tetapi manusia-manusia tidak punya hati seperti kalian malah membuatku murka.” Lanjut pohon tersebut.
Para warga terlihat sangat terkejut, apalagi dengan keaadaan berangin serta hujan deras seperti ini. mereka benar-benar tidak menyangka kejadian seperti ini akan terjadi.
“HEI POHON BERINGIN, MAAFKAN KAMI JIKA PERLAKUAN KAMI TERHADAP MU SANGAT BURUK, TOLONG KEMBALIKAN CUACA NYA MENJADI SEMULA! ” Sahut salah satu warga tersebut.
”YA! ITU BENAR, KAMI BERJANJI TIDAK AKAN MERUSAK EKOSISTEM LAGI! KAMI JUGA BERJANJI UNTUK TIDAK MENEBANG POHON SEENAK NYA!” Ucap warga lain nya.
Setelah beberapa warga memohon agar pohon tersebut bisa mengendalikan emosi nya, akhirnya emosi pohon tersebut mereda. Lalu pohon tersebut dan para warga yang tadi nya ikut berencana ingin menebang pohon beringin itu membuat perjanjian yang disepakati bersama. Agar kedepannya tidak terjadi lagi kejadian seperti ini.
TAMAT
3. Nama Dessy Erlina Lestari
Kelas : 8H
Puisi
LORONG KELAS
Karya: Dessy Erlina
Pagi yang cerah.
Ku berjalan melintasi Lorong kelas.
Angin berhembus menunjukkan arah.
Ke dalam lingkungan pepohonan yang hijau.
Adiwiyata, engkau datang membawa berita.
Lestarinya lingkungan bersih penuh makna.
Ku lihat sekelilingku daun-daun yang rindang.
Semakin jauh ku berjalan semakin ku rasakan kesegaran.

Comments
Post a Comment